BORNEONEWS, Sampit - Sebanyak 2.499 guru di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), hingga saat ini masih berstatus tenaga honor sekolah dan yayasan dengan gaji masih rendah.
"Saat ini masih ada 2.499 guru di Kotim yang masih menjadi guru honor sekolah dan yayasan. Sehingga gaji mereka masih terbilang rendah," ujar Kepala Dinas Pendidikan Kotim Suparmadi, Selasa, 23 Juli 2019.
Rata-rata gaji honorer sekolah dan yayasan Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu. Nominal itu kurang layak untuk penghasilan seorang guru. Sehingga, masih menjadi perhatian Dinas Pendidikan untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
"Tenaga honor sekolah dan yayasan ini sama saja kerjaan dengan guru kontrak daerah maupun ASN. Namun gaji mereka masih kecil, sehingga kami akan terus berupaya mengusulkan kepada pemerintah untuk diangkat menjadi tenaga kontrak daerah," kata Supardi.
Usulan tersebut saat ini sudah mulai diterima oleh pemerintah. Bahkan, rencananya guru honor sekolah dan yayasan yang sudah mengabdi bertahun-tahun dan memiliki pendidikan sesuai dengan bidangnya akan segera diangkat menjadi kontrak daerah.
--page
"Mudah-mudahan hal itu cepat terealisasi. Sehingga penghasilan mereka bisa lebih meningkat nantinya," harap Suparmadi. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)








