BORNEONEWS, Sampit - Ketua Komisi II DPRD Kotawaringin Timur, H Rudianur mengkiritik kinerja dinas yang masih rendah dalam realisasi pendapatan di semester pertama ini.
Dia meminta agar SOPD yang memungut itu dilakukan evaluasi oleh kepala daerah, pasalnya hingga memasuki semester dua ini masih ada dinas yang capaiannya rendah dalam pemasukan daerah .
Seperti halnya kata Rudianur Dinas Lingkungan Hidup. Sejauh ini masih berada di angka 9,23 persen. Itu tentunya jauh dari harapan.
"Padahal, ini sudah memasuki semester kedua," kata politisi Golkar itu, Jumat, 26 Juli 2019.
Disebutkannya pada tahun anggaran 2019, DLH Kotim ditarget menyumbang PAD sebesar Rp 1,4 miliar, dan hingga Juni 2019 baru terealisasi sebesar Rp 135 juta atau 9,23 persen.
--page
Sumber PAD yang di tangani DLH Kotim diantaranya retribusi pelayanan persampahan dan kebersihan, retribusi pemeriksaan laboratorium terkait lingkungan dan retribusi penyediaan penyedotan WC dan kakus.
Dari retribusi penyediaan dan sedot WC tersebut DLH memproyeksikan mampu memperoleh pendapatan sebesar Rp 268 juta, namun faktanya hingga pertengahan tahun anggaran baru memperoleh sebesar Rp 3,2 juta.
Lanjut Rudianur, sumber pendapatan yang dikelola DLH belum berjalan sesuai dengan harapan, sehingga membuat pendapatan daerah dari sektor tersebut masih rendah.
Kami harap pemerintah daerah mengevaluasi kinerja DLH agar bisa melaksanakan tugasnya lebih baik lagi. Dengan ada evaluasi kinerja diharapkan kedepannya dapat mamacu mobilisasi kinerja DLH dalam mencapai target PAD. (NACO/B-5)








