BORNEONEWS, Palangka Raya- Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Palangka Raya Eko Hari Yuwono mengatakan, hewan kurban yang akan disembelih harus bebas dari stes dan kelelahan.
Hal ini penting untuk diketahui apalagi saat ini sudah menjelang Hari Raya Idul Adha. Stres dan kelelahan, menurut Eko, akan mengakibatkan kualitas daging menurun.
"Rasa dagingnya bisa menjadi kecut dan alot jika hewan itu lelah atau stres. Hewan yang akan dikurbankan baik itu sapi atau kambing sebaiknya diistirahatkan terlebih dulu jangan setelah dibeli langsung disembelih setelah dibawa dengan kendaraan," katanya kepada Borneonews, Sabtu, 27 Juli 2019.
Caranya, lanjut dia, hewan ternak harus dipuasakan selama 12 jam agar tidak beringas saat akan disembelih, sehingga penanganan pun akan menjadi lebih mudah.
"Dengan memuasakan akan mengurangi isi perut mereka. Selain itu, proses penyembelihan hewan secara benar adalah memotong tiga saluran pada leher bagian depan atau tepatnya di bawah jakun, yakni saluran napas, saluran makanan, dan pembuluh darah arteri karotis dan vena jugularis," jelasnya.
--page
Namun, sebelum ternak benar-benar mati dilarang menusuk jantungnya, menguliti, memotong kaki, dan memotong ekornya.
"Cara mengecek bila sudah mati, cukup melihat reflek mata, reflek ekor, dan reflek kuku. Apakah masih berkedip atau reflek ekor bergeser atau tidak saat dipegang," paparnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan, bahwa proses perawatan dan penyembelihan ternak tidak boleh sembarang. Penyembelihan hewan kurban harus sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan tuntunan syariat Islam.
Menurut dia, tidak sedikit proses penyembelihan hewan kurang memperhatikan kesejahteraan hewan. Dia sering menemukan di lapangan banyak hewan yang tidak diperlakukan dengan baik dan saat penyembelihan. Darah hewan tercecer di mana-mana.
"Kadang ada orang yang mau menyembelih hewan hanya asal berani. Kita semua mengantisipasi agar hewan yang disembelih harus halal dan sehat," tutupnya. (TESTI PRISCILLA/B-3)








