BORNEONEWS, Sampit - Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) saat ini sudah mulai diselimuti kabut asap. Bahkan pada Sabtu, 27 Juli 2019 pagi, jarak pandang akibat kabut asap hanya mencapai 800 meter.
"Jarak pandang kabut asap pada hari ini 800 meter," ujar Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara H Asan Sampit Nur Setiawan, Sabtu, 27 Juli 2019.
Kabut asap muncul pada pagi hari sekitar pukul 05.00 WIB dan baru hilang sekitar pukul 07.00. Kondisi itu memberikan dampak negatif terhadap masyarakat.
Sehingga banyak dari masyarakat yang menggunakan masker saat keluar rumah. Agar pernapasan mereka tidak terganggu akibat kabut asap.
"Dengan adanya kabut asap ini, masyarakat bisa menjaga kesehatan dengan memakai masker," kata Setiawan.
--page
Sementara itu, Bupati Kotim Supian Hadi meminta masyarakat tidak membakar lahan. Agar kabut asap tidak terus melanda. Sehingga kesehatan masyarakat juga bisa terjaga dengan baik.
"Masyarakat harus menjaga dan menahan diri membakar lahan di musim kemarau seperti saat ini, karena jika membesar akan susah dipadamkan, dan akan berdampak jadi kabut asap," kata Bupati. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)








