MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh - Pembangunan Bandara H Muhammad Sidik terus digenjot. Apalagi pembangunannya ditarget rampung pada 31 Desember 2019, dan sudah operasional di awal 2020.

Terkait itu, Kepala Bandara Beringin, Djarot Nugroho, mengatakan, untuk kendala penyelesaian pembangunan bandara baru saat ini yakni transportasi bahan kontruksi.

“Kendalanya pada transportasi bahan kontruksi. Karena bahannya dibeli dari luar daerah,” jelasnya.

Selain itu, kondisi alam sangat mendukung untuk pembangunan karena masuk pada musim kemarau.

“Anggaran pembangunan penyelesaian bandara ini dua kali lipat dari sebelumnya, yakni mencapai Rp 99 miliar,” jelasnya.

--page

Djarot menambahkan, ada tiga pekerjaan utama pembangunan bandara. Yakni rekontruksi runway, rehab gedung terminal dan halaman parkir.

Selanjutnya, masyarakat yang sempat melintasi landasan pacu bandara H Muhammad Sidik untuk akses ke desa, kini sudah tidak diperbolehkan lagi. Solusinya, ada pembangunan jalan khusus di luar areal bandara. (RAMADHANI/B-11)