BORNEONEWS, Nanga Bulik - Bus sekolah milik perkebunan Kelapa Sawit PT Pilar Wanapersada yang mengangkut puluhan siswa anak karyawan diinformasikan mengalami kecelakaan tunggal. Peristiwa itu terjadi di jalan perusahaan estate Wanapersada, tepatnya Blok K51 Afdeling 3, Sabtu, 27 Juli 2019 pagi.
Bus yang akan mengantar siswa bersekolah ke Desa Tamiyang, Kecamatan Bulik itu terbalik. Diduga bus tak mampu melewati medan menanjak di perkebunan kelapa sawit itu.
"Tadi pagi ada peristiwa kecelakaan tunggal bus sekolah PT Pilar sekitar pukul 08.00 WIB. Bus itu biasanya digunakan untuk antar jemput anak karyawan perusahaan PT Pilar yang bersekolah di Desa Tamiyang yang jaraknya sekitar 6 - 7 km," kata salah seorang sumber berinisial S.
Dia mengatakan, akibat bus terbalik itu, sejumlah korban yang merupakan siswa TK, SD dan SMP, itu harus dirujuk ke Polibun setempat karena mengalami luka-luka. Namun, belum diketahui apakah ada korban meninggal dunia pada peristiwa ini.
Perusahaan sulit dikonfirmasi
Sementara itu, manajemen PT Pilar Wanapersada atau perusahaan DSN Group itu tak ada yang dapat memberikan informasi, baik Humas, CSR maupun pihak-pihak yang biasnya mewakili.
--page
Anehnya lagi, pihak perusahaan bagian K3 atau Keamanan Kesehatan dan Keselamatan Kerja PT Pilar Wanapersada, Anton, saat dihubungi sekira pukul 14.24 WIB, justru mengaku tak tahu menahu adanya periatiwa yang terjadi di area perusahaan tersebut.
"Iya betul saya (Anton) bagian K3-nya PT Pilar. Lakalantas apa pak? Wah, gak ada pak lakalantas bis (sekolah) terbalik, gak ada," kata Anton saat dihubungi via telepon.
Saat ditanya lebih jauh soal peristiwa lakalantas itu, Anton justru enggan memberikan informasi lebih lanjut. Dalam peristiwa itu juga beredar dugaan sopir melarikan diri.
Sementara itu, Kasat Lantas Polres Lamandau AKP Fathadin Ali Najib mengaku belum mendapatkan informasi atas lakalantas itu.
"Hingga saat ini (sabtu sore) kami belum dapat infonya. Belum ada juga laporan yang masuk terkait itu. Kalau dapat laporannya pasti nanti kami informasikan," singkat Najib. (HENDI NURFALAH/B-11)








