KUALA PEMBUANG –

BORNEONEWS, Kuala Pembuang - Tim terpadu penangan Kebakaran Hutan dan Lahan atau Karhutla yang menangani kebakaran lahan di jalan Kuala Pembuang - Sampit Km 23 Desa Sungai Bakau, Kecamatan Seruyan Hilir Timur, Kabupaten Seruyan mengalami beberapa kendala.

Terutama akses masuk ke lokasi kebakaran cukup jauh, sekitar 10 kilometer atau Km dari badan jalan negara. Untuk mencapai ke tempat tujuan, tim harus menggunakan perahu warga.

Tim yang berjumlah sebanyak 25 orang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD serta dibantu oleh Kepala Desa Sungai Bakau dan 13 warganya itu harus memboyongkan alat pemadaman api menuju ke titik api yang sudah melalap lahan gambut tersebut.

Alat yang diangkut menggunakan perahu ces milik warga tersebut harus digotong lagi ke areal lokasi kebakaran. Kendala yang dihadapi, ketika selang pompa air tidak mampu menjangkau sumber air yang berada di Sungai.

"Yang menjadi kendala kita di lokasi memang ketika sumber air dengan lokasi titik hotspot tidak semuanya dapat dijangkau," kata Kapolsek Seruyan Hilir Iptu Setiyono mewakili Kapolres Seruyan AKBP Ramon Zamora Ginting, Minggu 27 Juli 2019.

--page


Kebakaran lahan di Desa Sungai Bakau ini terjadi pada titik koordinat S 03.29384 - E 112.73105. Kegiatan selesai pada Sabtu 27 Juli 2019 sekitar pukul 17.00 WIB. (RENO/B-5)