BORNEONEWS, Palangka Raya - Ritual untuk membersihkan aura negatif digelar di Stadion Tuah Pahoe Palangka Raya, Minggu, 28 Juli 2019.
Ritual itu tepat dilakukan di ruang ganti tim Kalteng Putra. Sekretaris Tim, Sigit Wido langsung hadir. Sebelum dimulai, Sigit terlihat melakukan tampung tawar terhadap mereka yang melakukan ritual tersebut.
"Jadi tujuannya ini untuk membersihkan hal-hal negatif. Sekaligus mendoakan dengan harapan Kalteng Putra selalu menang ketika di stadion ini," kata Koordinator Ritual, Barada.
Pria yang juga sebagai Ketua Majelis Daerah Agama Hindu Kaharingan Kota Palangka Raya ini menuturkan, ada 3 tahapan ritual yang digelar dengan dipimpin oleh Basir Upu Rabiadi.
Pertama, Balian Tantulak Lapik Gawi. Ritual ini untuk membersihkan sekitar stadion supaya tidak ada hal-hal aneh yang menggangu.
--page
Kedua, Mangkang Sangiang, Paturun Sangiang. Yakni memanggil sangiang agar bisa hadir membersihkan kawasan tersebut.
"Artinya bukan hanya yang kelihatan, tapi juga secara gaib pun sangiang ikut membantu membersihkan," ungkapnya.
Tahap ketiga atau terakhir adalah Pabuli Sangiang. Yaitu mengembalikan sangiang yang dipakai itu ke tempat asalnya. Tahap kedua dan ketiga ini digelar malam ini hingga selesai.
"Intinya membersihkan hal-hal negatif, diberikan keselamatan, kelancaran sekaligus mendoakan agar Kalteng Putra selalu menang," bebernya.
Menurutnya, setiap tempat dipercayai pasti terdapat makhluk gaib yang tinggal. Demikian pula di stadion tersebut. Terlebih dulu daerah setempat juga merupakan hutan alami yang kemudian dibuka untuk menjadi kawasan tersebut.
--page
"Jadi sebelum kita disini, sudah ada orang lebih dulu disini. Itulah yang dibersihkan. Anggap saja kita minta izin," tuturnya.
Seperti diberitakan, PT Liga Indonesia Baru telah menetapkan Stadion Tuah Pahoe Palangka Raya layak digunakan untuk kompetisi Liga 1.
Ini tentunya berkat kerja keras manajemen dan pihak terkait dalam membenahi sejumlah titik sebagaimana arahan PT Liga hingga dapat dinyatakan layak. (BUDI YULIANTO/B-2)








