PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Para takmir masjid atau panitia kurban di Kotawaringin Barat diminta memperhatikan kesejahteraan ternak pada saat akan melakukan pemotongan hewan kurban.

"Pada saat akan memotong hewan kurban jangan ada unsur untuk menakuti atau menyakiti hewan kurban," ujar Drs H. Asroqi, Pengawas Pendidikan Madrasah Aliyah mewakili kepala kantor Kementrian Agama Kotawaringin Barat, Rabu, 31 Juli 2019.

Unsur menakuti dan menyakiti hewan kurban diantarannya dengan, memperlihatkan alat atau pisau kepada hewan sebelum dipotong dan merobohkan dengan cara yang tidak benar sehingga melukai binatang ternak.

Ia menjelaskan, Rosulullah menyampaikan, kalau mau menyembelih maka sembelihla dengan baik, tentunya dengan alat setajam mungkin. 

"Kalau perobohan masing - masing kita punya teori. Selagi tidak membuat binatang itu cacat, robek kulitanya atau berdarah tidak apa - apa," ungkapnya.

--page

Hewan kurban tersebut hendak dikonsumsi maka dalam pemotongannya pun harus betul - betul memperhatikan kesejahteraan hewan dan diperlakukan dengan baik.

"Kita adalah hamba allah dan bintang juga adalah mahluk allah, jadi bagaimana tata cara kita agar memperlakukannya dengan baik," tandasnya. (DANANG/B-5)