PURUK CAHU –

BORNEONEWS, Puruk Cahu - Perayaan hari jadi Kabupaten Murung Raya (Mura) yang ke - 17 dimaknai banyak kalangan sebagai usia yang beranjak dewasa.

Tentunya banyak harapan dan mimpi muncul seiring dewasanya usia kabupaten yang terkenal kaya akan sumber daya alam ini.

Seperti yang disampaikan H Ahmad Basri, tokoh masyarakat Murung Raya yang juga pelaku dan saksi hidup tim pembentukan kabupaten paling hulu di DAS Barito ini. 

"Sampai saat ini kehidupan masyarakat Mura belum sejahtera. Malah sejak dipimpin bupati yang ada saat ini sejak 6 tahun yang lalu malah semakin mundur. Itu yang kami rasakan," kata H Ibas--sapaan akrab tokoh masyarakat ini--kepada wartawan, Kamis, 1 Agustus 2019.

Ia melanjutkan, sampai saat ini pemerintah yang ada dianggap tidak mampu membuka lapangan kerja. Sehingga peluang bagi masyarakat yang produktif hampir tidak ada. 

--page

"Kearifan lokal masyarakat kita saat ini bergerak dibidang pertanian dan perkebunan. Harusnya kebijakan pemerintah daerah saat ini bisa mengambil kebijakan melalui program dan kegiatan," tambahnya lagi.

Faktanya, kata dia, semakin hari masyarakat asli Murung Raya kondisinya semakin tersingkir. Apalagi banyak kebijakan pemerintah saat ini masih belum berpihak kepada masyarakat. (Riansyah/B-3)