SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Ratusan siswa dari sekolah dasar yang ada di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengikuti permainan tradisional guna memeringati Hari Anak Nasional. 

Kegiatan tersebut digagas oleh gerakan pemuda Kotim yang tergabung dalam Hatukep Itah Samandiai berkolaborasi dengan Gugus Depan Pramuka MAN Kotim dilakukan agar siswa melestarikan permainan zaman dulu atau tradisional.

"Hari ini kami menggelar kegiatan permainan tradisional dengan ratusan siswa. Hal ini kami lakukan agar anak-anak di daerah ini tetap mengetahui permainan tradisional," ujar Ketua Panitia Nur Firmansyah, Sabtu, 3 Agustus 2019. 

Ratusan siswa tersebut mendapat kebebasan untuk memainkan permainan tradisional sepuasnya. Mereka dibimbing langsung panitia. Adapun yang dimainkan seperti kelereng, kompak gambar, patok lele, asinan (behagaan), dakuan, lompat tali, tukupan, ontingan, simban dan ular tangga.

"Ini kegiatan positif yang harus kita perjuangkan sama-sama. Karena merupakan bentuk dukungan untuk memberikan hak kepada anak-anak dalam bermain dan belajar. Selain itu juga untuk pelestarian budaya di tengah arus globalisasi saat ini," kata Firmansyah. 

--page

Sementara itu, peringatan hari anak nasional ini merupakan refleksi bagi masyarakat untuk kembali merenungi hal apa saja yg perlu diperjuangkan terhadap anak-anak bangsa ini.

Anak-anak yang sepantasnya menjalani kehidupan mereka dengan bermain dan belajar, terkadang menemui berbagai kendala. Seperti dari perekonomian keluarga, kemiskinan serta lingkungan yang kurang kondusif. Sehingga hal itu menyebabkan anak-anak mengambil peran tidak sesuai dengan porsinya. 

"Kalau hal tersebut terus terjadi, maka bisa mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak. Itulah yang kami khawatirkan sehingga menggelar kegiatan ini," terang Firmansyah. (MUHAMMAD HAMIM/B-2)