BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotawaringun Timur, Parimus, meminta agar kekeringan sawah di musim kemarau harus diantisipasi. Dia khawsatir, kondisi itu menyebabkan terjadinya gagal panen.
"Kondisi ini tentu saja mengancam ketersediaan beras. Apalagi sebagian besar tanaman padi petani di daerah ini masih mengandalkan air dari curah hujan," kata Parimus, Minggu, 4 Agustus 2019.
Di sisi lain juga, persawahan yang mengandalkan saluran irigasi, terancam kekeringan karena saluran irigasi yang tidak berfungsi.
Hal semacam ini yang harus diantisipasi pemerintah daerah. Petani jangan sampai gagal panen akibat sawah kekeringan
Parimus mengatakan, solusi petani saat kemarau pada umumnya melakukan pemompaan air sungai menuju area sawah mereka. Akan tetapi itu masih terkendala pada peralatan seadanya yang dimiliki para petani.
--page
Meski. sekalipun ada pompa terkadang ketersedian air juga menjadi soal meski ada yang rela mengeluarkan biaya untuk membuat sumur bor.
Dari itu ia mendorong agar anggaran ke sektor petanian ini dari tahun ke tahun di perbesar. Jika tidak, maka pembangunan skala prioritas ini hanya sebetas wacana. (NACO/B-11)








