PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Selain mengunjungi Kota Palangka Raya, Kepala  Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Doni Monardo juga mengunjungi Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Minggu, 4 Agustus 2019.

Kepada awak media di Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Letjen Doni mengatakan bahwa dirinya melihat hotspot atau titik panas di Provinsi Kalteng sebagian besar jaraknya tidak terlalu jauh dari permukiman penduduk.

"Hal ini  berbeda dengan hotspot di beberapa provinsi lain. Tentunya untuk mencegah karhutla yang bisa kita lakukan, kita mengajak masyarakat untuk turut serta menjaga lingkungan dan alam," sebut Doni.

Ia menjelaskan, berdasarkan data beberapa tahun terakhir, karhutla gambut bisa padam ketika memasuki musim hujan.

"Seperti yang diketahui bersama,  kedalaman lahan gambut ada yang mencapai 10 meter bahkan hingga 36 meter," sebutnya.

--page

Untuk itulah, ia mengajak semua pihak untuk menggugah masyarakat agar tidak mengunakan pola bakar dalan membuka lahan.

"Karena untuk mencegah bencana karhutla tanpa melibatkan masyarakat untuk turut serta dalam program pencegahan, tentunya akan sangat sulit. Lantaran  99 persen karhutla disebabkan oleh manusia dan hanya  1 persen yang disebabkan oleh alam," tuturnya.

Letjen Doni melanjutkan, seperti yang disampaikan presiden bahwa upaya pencegahan lebih penting bila dibandingkan dengan penanggulangan karhutla.

"Karena bila terjadi karhutla energi kita akan terkuras, waktu kita akan tersita, dan biayanya akan lebih mahal dalam hal penanggulangannya," pungkas dia. (WAHYU KRIDA/B-3)