SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah tokoh di Kalimantan Tengah menyampaikan pandangannya, atas pemekaran Provinsi Kotawaringin. Termasuk H Ruslan AS, yang juga Ketua DPD Partai Golkar Kalteng.

Menurut H Ruslan, pemekaran harus dimaksimalkan. Bahkan tahun ini harus dituntaskan hingga sampai ke pemerintah pusat.

"Ini tinggal tugas Rahmat (H Rahmat Nasution Hamka) dan gubernur, agar segera tuntas," kata H Ruslan, Senin, 5 Agustus 2019.

Dia menambahkan, soal ibu kota jangan sampai dipermasalahkan lagi. Apalagi ada kesepakatan pada 2017 lalu soal ibu kota provinsi pemekaran.

"Jangan sampai mandek lagi apalagi semua bupati sepakat dan tidak ada masalah lagi. Nah sekarang tinggal kita saja. Kalau saya sudah tanya proses pemekaran Kalimantan Utara. Harapan saya kita segera dimekarkan juga," tegas H Ruslan AS.

--page

Presiden juga sudah menyampaikan kepada gubernur agar Kalteng segera dimekarkan. Hal itu disampaikan saat presiden berkunjung ke Kalteng beberapa waktu lalu.

Sementara itu, mantan Wakil Gubernur Kalteng Brigjen (Purn) Victor Phaing mengaku mendukung dengan pemekaran itu. Karena pemekaran itu dalam rangka meningkatkan martabat dan keejahteraan untuk kemajuan daerah.

"Soal pemilihan ibu kota di mana yang cocok, pandangan saya yang mampu berkembang cepat. Kalau pemikiran saya di Pangkalan Bun yang ada pelabuhan," tegasnya.

Namun demikian, lanjut dia jangan sampai saling ngotot-ngototan lagi. Lokasi yang dirasa ideal, itu yang bisa dijadikan sebagai ibu kota provinsi.

Sementara itu Anggota DPR RI, Hang Ali Saputra Syah Pahan mengaku jika ada saling ngotot soal ibu kota provinsi agar jalan tengah bisa diambil.

--page

"Seperti Kalteng dulu yang ngotot Kapuas dengan Sampit. Lalu diambil jalan tengah ke Pahandut, Palangka Raya," tegasnya.

Dia juga mengajak agar pemekaran ini bisa diambil langkah untuk kepentingam bersama, bukan kepentingan kelompok tertentu. Perlu kesadaran dan pengorbanan. (NACO/B-11)