SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Dinas Pendidikan (Disdik) Kotawaringin Timur (Kotim) belum memutuskan untuk meliburkan sekolah, terkait kemunculan kabut asap di pagi hari.

"Sementara ini, kami tidak meliburkan pelajar. Tapi itu tidak menutup kemungkinan akan dilakukan, kalau kabut asap semakin parah terjadi," kata Pelaksana harian (plh) Dinas Pendidikan Kotim, Fahrujiansyah, Selasa, 6 Agustus 2019. 

Saat ini pihaknya hanya mengeluarkan surat edaran agar pihak sekolah tidak melakukan aktivitas di luar ruangan saat pagi hari. Karena kabut asap yang terjadi masih belum pekat. 

Namun jika nantinya semakin bertambah pekat, maka pihaknya akan menerapkan pengurangan jam belajar. Misalnya saat cuaca normal siswa masuk pukul 06.00 WIB, maka akan mundur antara 1 - 2 jam. 

"Pengurangan jam pelajaran akan kami lakukan, jika nantinya kabut asap bertambah pekat," kata Fahrujiansyah. 

--page

Namun jika nantinya kabut asap yang terjadi di Kotim semakin bertambah parah yakni mulai pagi hingga siang hari, maka kebijakan meliburkan sekolah akan diberlakukan.

"Saat ini kami imbau agar seluruh pelajar di Kotim menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan. Sehingga bisa terhindar dari penyakit gangguan pernapasan," kata Fahrujiansyah. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)