PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah dinilai perlu mengevaluasi sejumlah program penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.

Kepala Project Base Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palangka Raya Aryo Nugroho mengatakan, salah satu program yang perlu dievaluasi yakni pembuatan sumur bor. Menurutnya, pemerintah masih kurang dalam penanganan sumur bor tersebut.

Hal itu ditandai dengan cukup banyak sumur bor yang mengalami kerusakan, terutama di daerah yang terkonsentrasi asap, seperti Kota Palangka Raya.

Rusaknya sumur bor itu lebih kepada kurangnya perhatian dalam perawatan. Sehingga saat dibutuhkan justru tidak dapat digunakan.

"Perlu adanya evaluasi. Seperti halnya program terkait sumur bor yang ada di Palangka Raya dan beberapa daerah yang terkonsentrasi asap. Banyak kejadian karena tidak dijaga dan dirawat, saat terjadi kebakaran justru tidak bisa dipakai," jelas Aryo, Kamis, 8 Agustus 2019.

--page

Ia menambahkan, dalam upaya pencegahan karhutla jangan hanya berupa imbauan kepada masyarakat. Perlu adanya ajakan yang lebih persuasif dengan melibatkan masyarakat supaya secara aktif ikut menjaga lingkungan.

"Untuk anggaran pasti besar dan itu setiap tahun. Sedangkan untuk kategori pencegahan hanya itu-itu saja yang dilakukan. Pencegahan harus juga melibatkan masyarakat," tuturnya. (AGUS/B-3)