BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan atau Disnakeswan Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) telah memantau 31 lokasi lapak hewan kurban. Jumlah ternak yang terawasi sebanyak 1.006 ekor, terdiri dari sapi dan kambing.
Kepala Seksi Kesehatan Masyarakat Reteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kobar Maripah Riwala mengatakan, data pengawasan kesehatan hewan kurban tersebut dilakukan hingga 5 Agustus 2019.
"Dari jumlah ternak terawasi 1.006 ekor, terbagi menjadi sapi 731 ekor dan kambing 275 ekor," ujarnya, Sabtu, 10 Agustus 2019.
Hewan kurban itu baru dilakukan pemeriksaan secara fisik atau antemortrm. Jadi hewan itu diperiksa kesehataannya sebelum dipotong. Jika layak potong akan diberi tanda atau kalung sehat dan layak potong.
Tidak hanya antemortem, pihaknya juga nanti akan melakukan pengecekan setelah hewan itu dipotong atau postmortem.
--page
"Jika ditemukan ada sakit secara fisik kita minta untuk diobati dulu. Misalnya sakit mata atau kulit, baru di potong," tuturnya. (DANANG/B-3)








