SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukamara Rendy Lesmana mengatakan, penanggulangan bencana kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Bumi Gawi Barinjam sudah dilakukan lebih awal.

"Mudah-mudahan tahun ini terjadi penurunan untuk kasus karhutlanya," harap Rendy Lesmana, Selasa, 13 Agustus 2019.

"Karena untuk penanggulangan karhutla tahun ini kita lakukan lebih awal, bahkan untuk Manggala Angi mulai 2019 sudah ada kantor yang namanya pondok kerja dan menetap di Sukamara," terangnya.

Menurut Rendy, pada tahun sebunnya, Manggala Agni masih menumpang di Dinas Lingkungan Hidup dengan jumlah anggota sebanyak 15 orang untuk membantu melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan.

"Untuk sekarang mereka sudah siap kelapangan, dan standby di pondok kerjanya," ujarnya.

--page

Rendy menambahkan, untuk Agustus ini, jumlah lahan yang telah terbakat mencapai 273 hektar, dengan jumlah hospost sebanyak 62 titik api yang terpatau oleh satelit TERA-AQUA.

"Namun jika dibanding dengan tahun lalu, luasan lahan yang terkbakar tahun ini belum ada setengahnya, kita mencatar ditahun 2018 lalu mencapai 1190 hektar. Mudah-mudahan tidak terus bertambah," harapnya. (NORHASANAH/B-5)