BORNEONEWS, Sukamara - Wakil Bupati Sukamara, H Ahmadi mengatakan, jumlah hotspot atau titik panas terus bertambah. Pemerintah pun terus melakukan antisipasi agar kebakaran tidak meluas.
"Untuk menanggulangi ini, kita sudah melaksanakan rapat koordinasi pengendalian karhutla. Sebab, berdasarkan pantauan titik api atau hotspot terus bertambah," ujar Ahmadi, Selasa, 13 Agustus 2019.
Menurut Ahmadi, berdasarkan rakor tersebut, pihaknya bersama instansi terkait telah menyepakati membentuk satgas penanggulangan kebakaran di setiap desa.
"Saat ini Kabupaten Sukamara belum memiliki BPBD sendiri. Untuk karhutla ditangani oleh satlak PB yang dipimpin langsung Sekretaris Daerah," ujarnya.
Selain itu, di kecamatan juga akan dibentuk posko-posko untuk penanganan karhutla. Isinya, dari tim satgas gabungan.
--page
Ahmadi menambahkan, ada 3 kecamatan yang menjadi wilayah rawan karhutla. Yakni Kecamatan Sukamara, Kuala Jelai, dan Pantai Lunci. (NORHASANAH/B-11)








