BORNEONEWS, Palangka Raya - Nama Bajakah sebagai sebutan untuk akar-akaran dalam Bahasa Dayak Ngaju menjadi viral setelah pemberitaan dua siswa SMA di Palangka Raya menulis karya ilmiah tentang Bajakah yang diklaim dapat menyembuhkan penyakit kanker.
Hal ini menyita perhatian masyarakat hingga timbul pro dan kontra. Bahkan, Ketua Sementara DPRD Kota Palangka Raya, Sigit Karyawan Yunianto pun turut memperhatikannya.
"Mohon dari sisi keamanan juga harus dipikirkan bagi penemu tersebut," kata Sigit melalui sambungan WA, Kamis, 15 Agustus 2019.
Hal ini dikatakan Sigit lantaran banyak konspirasi yang telah terjadi sebelumnya terkait penemuan obat kanker. Beberapa kasus menyebutkan bahwa orang-orang yang mengklaim menemukan obat kanker tiba-tiba menghilang atau meninggal dengan penyebab yang tidak jelas.
"Karena dunia farmasi juga sama dengan dunia, itu yang ditakutkan," tutur Politisi PDI Perjuangan ini.
--page
Sementara itu, di kalangan masyarakat, viralnya pemberitaan ini juga menjadi perbincangan hangat. Salah satu yang membagikan tulisan mengenai "Bajakah" ini ialah Linda Nahason Taway, istri dari mantan Wakil Wali Kota Palangka Raya, Nahason Taway.
"Hati-hati, jangan sembarangan beli Bajakah," tulis Linda dalam status media sosialnya enam jam yang lalu.
Hal ini karena menurut Linda, Bajakah adalah sebutan orang Dayak untuk akar-akaran, bukan hanya satu akar tertentu. Karenanya, perlu ada racikan dan ramuan untuk membuatnya menjadi obat yang dipercaya dapat menyembuhkan bermacam-macam penyakit. (TESTI PRISCILLA/B-2)








