PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Penggiat teater Kota Palangka Raya menyampaikan protes dengan melantunkan puisi ‘Bhineka Tunggal Ispa’ dan pengibaran bendera di kepulan asap lahan terbakar.

Teatris Tingang Borneo Teater, Abdul Hafiz mengatakan, Bhineka Tunggal Ispa lebih menjurus ke makna biarpun banyak dan berbeda beda tetapi tetap terkena ispa.

“Semua terpapar asap, menderita sesak dan susah bernapas. Intinya berbeda-beda tetapi tetap kena ispa juga,” ucap Abdul Hafiz usai upacara di Jalan George Obos X Palangka Raya, Sabtu, 17 Agustus 2019.

Ia menilai, kabut asap berimbas ke semua pihak di Kota Palangka Raya. Baik kalangan pemerintah maupun masyarakat secara luas. “Kebetulan saya juga baru punya anak dan dia kena ISPA juga,” ucap Hafiz.

Menurut dia, wacana pemindahan ibukota juga harus menjadi perhatian pemerintah. Jangan sampai fenomena kabut asap terus terulang setiap tahunnya.

--page

“Kalaupun ibu kota dipindahkan nantinya perlu merencanakan yang betul matang agar ini tidak terjadi. Kan nggak lucu kalau di ibu kotanya terserang ISPA semua. Menjadi wujud nyata Bhineka Tunggal Ispa,” tandasnya. (HERMAWAN DP/B-2)