BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kotawaringin Timur, H Ramli menilai, ketertinggalan Kecamatan Pulau Hanaut dari kecamatan lain di Kotim akibat lambannya pembangunan infrastuktur jalan.
Menurutnya, daerah itu terisolasi lantaran posisi geografisnya berada di seberang sungai ditambah lagi tidak ada akses jalan selain sungai.
Maka dari itu dia mendesak agar pemerintah kabupaten memperhatikan infrastruktur pernghubung antar desa yang sudah menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten itu.
“Setidaknya ada 12 desa saling terhubung namun ruas jalan penghubung ini sangat rusak parah," kata dia, Rabu, 21 Agustus 2019.
Padahal kata dia akses jalan itu harusnya jadi prioritas utama yang mesti diperhatikan pemerintah. Namun apa yang jadi keinginannya dan masyarakat hingga kini belum bisa terealisasi.
--page
Politisi Partai Nasdem ini mengatakan jika sektor lainnya di kecamatan itu sudah cukup baik dari pemerintah kabupaten. sepeti halnya pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya.
"Akan tetapi yang masih jauh dari harapan kami infrastruktur jalan, padahal akses jalan ini urat nadi ekonomi masyarakat di kecamatan tersebut untuk menghidupkan ekonomi mulai dari pertanian, perkebunan kelapa hingga perikanan," tegasnya
Tanpa ada akses yang mendukung, kata Ramli maka tidak akan mungkin ekonomi masyarakat daerah itu bisa meningkat. Jika dikalkulasi panjang jalan yang perlu sentuhan pembangunan dan statusnya jalan kabupaten ini ada sekitar 15 kilometer.
"Mayoritas masyarakat mengeluhkan jalan itu apalagi saat musim hujan tidak bisa dilalui," tukasnya.
Dari itu ia menegaskan selama dirinya duduk di DPRD Kotim ini ia akan memperjuangkan itu. Agar akses tersebut mudah dilalui masyarakat. (NACO/B-5)








