BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Emiten perkebunan PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) menargetkan pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) di Kalimantan Tengah (Kalteng) selesai pada kuartal IV tahun ini.
Pabrik tersebut memiliki kapasitas produksi sebesar 45 ton tandan buah segar (TBS) per jam, yang bisa ditingkatkan menjadi 60 ton TBS per jam.
"PKS ini akan berkontribusi sebesar 5% hingga 8% terhadap produksi minyak sawit mentah (CPO) SIMP secara keseluruhan. Sebagai gambaran, SIMP memproduksi CPO sebesar 921.000 ton pada 2018," kata Direktur PT Salim Ivomas Pratama, Johnny Ponto, di Jakarta, Kamis (22/8/2019).
Seiring dengan perkiraan kenaikan produksi di Kalteng, perseroan meningkatkan total kapasitas pengolahan kelapa sawit dengan membangun satu PKS baru berkapasitas 45 ton TBS per jam.
Sebagai informasi, sejauh ini SIMP memiliki 26 PKS dengan kapasitas pengolahan mencapai 6,8 jt ton TBS per tahun. Dengan rampungnya pabrik ini, maka jumlah PKS milik SIMP adalah sebanyak 27 PKS.
--page
SIMP juga memiliki lima pabrik penyulingan CPO dengan kapasitas 1,7 juta ton CPO per tahun dan dua pabrik penyulingan gula berkapasitas 2,2 juta ton tebu per tahun. Hingga Juni 2019, perusahaan ini memiliki lahan tertanam inti seluas 300.481 hektare yang sebanyak 83% digunakan untuk menanam kelapa sawit.
Untuk merampungkan pembangunan PKS tersebut, SIMP mengalokasikan sebagian dana dari anggaran belanja modal atau capital expenditure (capex) tahun ini sekitar Rp1,8 triliun. (NEDELYA RAMADHANI/m)








