PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mendukung penuh pelaksanaan pengarusutamaan gender di Bumi Tambun Bungai.

Sekretaris Daerah Kalteng Fahrizal Fitri mengatakan, ada tujuh syarat agar pelaksanaan tersebut dapat berjalan maksimal.

“Meliputi komitmen, kebijakan, kelembagaan PUG, sumber daya manusia, data terpilah, alat analisis, dan jejaring kemasyarakatan,” ujar Sekda dalam Rapat Koordinasi Kelompok Kerja Pengarusutamaan Gender atau Pokja PUG, Selasa, 27 Agustus 2019.

Sekda menuturkan, kelembagaan PUG telah terbentuk di 14 kabupaten/kota. Keberadaannya diharapkan dapat membantu pemerintah provinsi dalam rangka pembangunan yang berkeadilan dan berkesetaraan gender.

“Pemerintah Provinsi Kalteng telah mendukung pelaksanaan PUG secara kebijakan dengan menertibkan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2014 tentang Pengarusutamaan Gender dalam pembangunan di Kalteng,” ungkapnya.

--page

Sekda menambahkan, pengarusutamaan gender merupakan strategi yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah guna terselenggaranya perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi atas kebijakan dan program pembangunan yang berperspektif gender, sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya dalam rangka mencapai kesejahteraan masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan.

“Strategi percepatan PUG ini diintegrasikan kedalam bentuk perencanaan dan penganggaran yang responsif gender atau PPRG dari kegiatan OPD yang strategis,” bebernya.

Pada 2018 lalu, lanjut sekda, gubernur menerima penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya atau EPA dengan kategori Madya atau naik 1 level dibanding capaian tahun sebelumnya.

Keterwakilan perempuan dalam parlemen yang telah mencapai 35% untuk DPRD Provinsi Kalteng periode 2019-2024 juga menunjukan kinerja positif dalam program yang telah dijalankan baik dengan dukungan pembiayaan dari kementerian PPPA maupun yang anggarannya tersedia di APBD.

“Seluruh kabupaten, kota se Kalteng diharapkan melakukan upaya dan terobosan untuk mencapai level penghargaan APE yang penilaiannya akan dimulai pada pertengahan 2020 yang akan dating,” tuntasnya. (BUDI YULIANTO/B-3/Adv)