BORNEONEWS, Muara Teweh – Wakil Bupati Barito Utara, Sugianto Panala Putra mengatakan bahwa buku merupakan aset dalam upaya penumbuhan minat baca di masyarakat.
Menurutnya, tanpa adanya buku atau bahan bacaan yang dibaca, maka sudah tentu masyarakat akan mengalami kemunduran. Buku sebagai sumber ilmu dan pengetahuan bagi manusia, tentunya harus senantiasa dekat dengan masyarakat.
"Jika masyarakat jauh dari buku maka ia akan menjadi manusia yang tidak berpengetahuan dan tertinggal, buku harus menjadi sahabat bagi seluruh kalangan yang tidak memandang status dan golongan. Semuanya harus dekat dengan buku," ucap Sugianto saat memberukan sambutan pada pembukaan Pameran Buku Muara Teweh tahun 2019 di aula pemancingan Barakati, Kecamatan Teweh Tengah, Jumat 30 Agustus 2019.
Sugianto Panala Putra mengapresiasi kegiatan ini. Disampaikan bahwa perpustakaan adalah gudang buku yang merupakan gudang ilmu pengetahuan. Buku adalah senjata untuk melawan kebodohan di era globalisasi seperti sekarang ini.
Kebodohan adalah wabah penyakit yang harus diberantas di negeri ini. Negeri yang kaya akan sumber daya alam tidak akan maju jika sumber daya manusianya berkualitas rendah.
"Hanya dengan sumber daya manusia yang berkualitaslah, kita dapat membangun bangsa dan negeri ini menjadi lebih baik," jelas Sugianto.
Sementara itu, Penanggung Jawab Pameran Buku, Anwar Agus Abidin, menjelaskan bahwa Cangkir Pustaka adalah penerbit indie yang berdiri di Pangkalan Bun. Lini lain selain penerbitan adalah pameran buku yang menyasar wilayah Kalimantan yang masih sangat jarang ada toko buku tumbuh.
Hal ini menurutnya karena keterbatasan akses dan jarak. “Untuk itu kami hadirkan 50 penerbit nasional yang bukunya kami kelola di Pameran Buku Muara Teweh 2019 ini. Agar semua lapisan masyarakat di Indonesia ini mampu merasakan dan menikmati buku dengan keberagaman buku yang diinginkan dengan kelengkapan yang sama, dan dengan harga yang sama. Tidak ada bedanya dengan di kota kota besar di Pulau Jawa,” jelasnya. (RAMADHANI/B-2)








