BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Kebakaran hutan yang melanda Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kabupaten Kotawaringin Barat, selama sepekan terakhir, telah merusak 239 hektare kawasan dilindungi tersebut.
"Hingga saat ini, hasil digitasi di atas peta yang dilakukan GIS officer kami menyatakan kurang lebih 239 hektar area TNTP terdampak kebakaran hutan. Dengan mayoritas tutupan lahan semak belukar," ujar Kepala Sub Bagian Tata Usaha (KSBTU) Balai TNTP Eko Susanto, dalam rilisnya yang diterima Borneonews, Sabtu, 31 Agustus 2019.
Perkembangan terakhir, konsentrasi titik api dan kebakaran hutan berada di 2 lokasi yaitu Resort Telaga Pulang SPTN Wil I di Pembuang Hulu dan SPTN Wilayah III Tanjung Harapan. Dengan area terdampak mengalami peningkatan cukup signifikan.
"Luasan tersebut belum final mengingat api masih membakar di 2 area yang saat ini jadi konsentrasi munculnya titik api dan kebakaran hutan," ungkapnya.
Kombinasi berbagai faktor semacam iklim, cuaca, jarak titik api, minimnya sumber air, terbatasnya peralatan dan petugas menjadi kendala proses penanggulangan kabakaran.
--page
Menurut dia, upaya Balai TNTP dalam melakukan penanggulangan sudah sangat optimal dalam seminggu terakhir. Akan tetapi karena upaya mandiri belum berhasil, perlu adanya bantuan dari Satgas Karhutla.
"Kami segera akan meminta dukungan personel dan peralatan dari BPBD Kobar dan Manggala Agni Daops Pangkalan Bun, serta tetap mengharapkan dukungan water bombing dari Satgaskarhutla Kobar," ujarnya. (DANANG/B-3)







