BORNEONEWS, Sampit - Kebakaran kayu galam dan truk di Sampit memunculkan beberapa kali ledakan. Hal itupun menggegerkan masyarakat sekitar maupun pengendara yang melintas.
Kebakaran terjadi di Jalan HM Arsyad, persis di seberang Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sampit, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, sekitar pukul 14.00 WIB.
"Saat itu saya mau pulang kerja, dan ternyata ada kebakaran di jalan ini. Bahkan kami kaget karena mendengar suara ledakan dari lokasi kebakaran," kata Izoel, warga yang melihat kebakaran tersebut.
Saat ini, api yang membakar kayu galam dan truk tersebut sudah berhasil dipadamkan. Tepatnya setelah Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan menerjukan tiga armada.
Sementara, kerugian akibat kebakaran tersebut belum diketahui. Namun untuk kayu galam yang terbakar mencapai 1.000 batang lebih, dengan harga sekitar Rp 20 jutaan. Kayu tersebut akan digunakan untuk membangun rumah toko.
--page
"Kalau uang yang sudah dibelikan untuk kayu galam tersebut mencapai Rp 20 juta," kata Budi, kepala pelaksana pembangunan rumah toko di lokasi tersebut.
Sedangkan truk tersebut belum diketahui pemiliknya. Karena itu digunakan untuk mengantar kayu galam yang dibeli. Sedangkan sopir saat kejadian tidak ada di lokasi.
"Sopir tidak ada di tempat, saya tidak tahu juga dia kemana. Dan saya juga tidak tahu siapa namanya," kata Budi.
Api diduga muncul dari kulit kayu galam yang menunpuk dan kering di lokasi tersebut. Api dengan cepat membesar dam merambah hingga ke truk dump yang ada di lokasi.
Tukang yang jumlahnya mencapai 8 orang di lokasi tidak bisa berbuat banyak untuk memadamkannya. Hingga akhirnya meludeskan kayu dan truk tersebut. (MUHAMMAD HAMIM/B-11)








