BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pesawat dari Jakarta yang ditumpangi Dandim 1014 Pangkalan Bun yang baru, Letkol Inf Yudi Rianto Ratu, delay akibat kabut asap. Kondisi ini menyebabkan penyambutannya menjadi molor hingga beberapa jam.
Kondisi kabut asap akibat kebakaran lahan di Pangkalan Bun dan sekitarnya dalam beberapa minggu ini memang mulai menggangu aktivitas warga hingga penerbangan.
Bahkan akibat kabut asap tersebut, upacara penyambutan Dandim 1014 Pangkalan Bun yang baru yaitu Letkol Inf Yudi Rianto Ratu dari yang seharusnya dilaksanakan, Jumat 6 September 2019 pukul 08.00 WIB molor hingga pukul 10.00 WIB.
Pasalnya pesawat dari Jakarta yang ditumpangi Dandim baru tidak bisa mendarat, lantaran tebalnya kabut asap pada pagi hari.
Usai upacara penyambutan, Dandim mengataka bahwa bila karhutla sudah terjadi, masih bisa diatasi dengan kerjasama semua pihak yaitu Pemkab Kobar bersama TNI Polri dan instansi lainnya.
--page
"Namun yang paling penting, hal ini bisa dicegah dengan adanya kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan," jelas Dandim.
Lantaran kabut asap akibat dari karhutla ini tentunya merugikan masyarakat sendiri.
"Dampak dari karhutla tentunya sangat merugikan seluruh aspek, baik dari segi kesehatan, ekonomi dan aktivitas pekerjaan sehari-hari," jelas Dandim. (WAHYU KRIDA/B-5)








