BORNEONEWS, Palangka Raya - Sigit Wido, Sekretaris Tim Kalteng Putra menegaskan bahwa sebelum manajemen melepasnya, Hedipo Gustavo tidak akan bisa bermain di klub sepakbola lain.
"Sesuai kontrak, Gustavo masih sah sebagai pemain kami sampai 31 Desember 2019. Jadi, sebelum kami melepas, dia tidak akan bisa bermain di klub manapun," kata Sigit Wido, Sabtu, 7 September 2019.
"Sampai saat ini kita belum melepas Gustavo. Jadi surat-surat belum kita keluarkan," tegas Sigit.
Sebelumnya, Sigit menilai bahwa Gustavo memiliki attitude yang kurang baik. Ada beberapa poin mendasar Sigit menyampaikan hal itu.
Pertama, pada Mei lalu atau saat pertama didatangkan berikut menandatangani kontrak hingga 31 Desember 2019, Gustavo tiba-tiba ingin membatalkan dengan alasan ibunya sakit keras di Brasil. Setelah dicek, ternyata ada 1 tim dari Vietnam yang menawari dia.
--page
Kedua, menjelang akhir putaran pertama atau tepatnya pada 21 Agustus 2019, lanjut Sigit, Gustavo kembali meminta mengakhiri kontrak. Alasannya ingin mengunjungi ibunya di Brasil.
Kalaupun akan bermain lagi, Gustavo akan bermain untuk klub yang ada di Arab Saudi bukan di klub Indonesia.
Atas pertimbangan sisi kemanusiaan, manajemen Kalteng Putra memberikan izin. Namun dengan catatan tidak bermain di klub Indonesia mengingat Kalteng Putra masih mempertahankannya.
"Tampaknya kebaikan kami justru di khianati oleh Gustavo. Dia pergi dan tiba-tiba ikut latihan dengan klub lain di Indonesia. Ini yang kami sesalkan," tutur Sigit.
Sementara itu, dari catatan borneonews, penampilan Gustavo yang cukup gemilang terlihat ketika ikut menjamu Bhayangkara FC di Stadion Tuah Pahoe Palangka Raya pada Minggu, 25 Agustus 2019.
--page
Dalam laga itu, ia membuat hattrick hingga mengantarkan Kalteng Putra menang dengan skor akhir 3-2. Kabarnya klub lain yang menjadi tempat baru berlabuhnya Gustavo adalah Bhayangkara FC. (BUDI YULIANTO/B-6)








