BORNEONEWS, Kuala Kapuas - Kapolsek Kapuas Barat Ipda Eko Sutrisno mengharapkan siswa SMA 1 Kapuas Barat, menjadi agen pelopor dalam mencegah pembakaran hutan dan lahan.
Dia mengatakan, siswa atau generasi muda memiliki peran dalam mengawal serta menyosialisasikan larangan membakar hutan dan lahan kepada keluarga terdekat dan masyarakat.
"Harapan kami, siswa SMA 1 Kapuas Barat menjadi agen pelopor itu. Sebagai pemuda harapan bangsa, harus sejak dini memiliki kesadaran tentang bahaya karhutla," kata Eko Sutrisno, Sabtu, 7 September 2019.
Kemudian juga, siswa dapat memiliki kesadaran tentang dampak terhadap lingkungan terkait karhutla ini. Terutama tentang hukuman pidananya.
"Diharapkan kebiasan membuka lahan dengan membakar dapat ditinggalkan dan tidak terjadi lagi di wilayah kita," katanya.
--page
Dia menjelaskan, juga asap akibat karhutla harus dicegah. Karena memliki dampak yang tidak baik dari semua aspek, mulai dari kesehatan hingga perekonomian.
"Dan stigma sebagai bangsa pengekspor asap akan dapat dikikis dan tidak melekat lagi dalam jatidiri bangsa Indonesia," tukasnya. (DODI RIZKIANSYAH/B-11)








