SUKAMARA –

BORNEONEWS, Sukamara - Kepala Bidang Peternakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian atau DKPP Sukamara, Syamsir Hidayat mengingatkan, penyakit Brucellosis keguguran menular dapat menjangkit manusia.

"Karena penyakit ini bersifat zoonosis, artinya dapat menular dari hewan ke manusia," ucap Syamsir Hidayat, Selasa 10 September 2019.

Menurutnya, apabila dari hasil pemeriksaan, adanya ternak yang mengidap Brucellosis, selain memberikan pengobatan kepada sapi tersebut, pemilik juga harus berhati-hati agar tidak ikut tertular.

"Kalau ada ternaknya yang sakit ini, maka harus hati-hati, jangan sampai ikut tertular," pesannya.

Syamsir menambahkan, selain keguguran menular, sapi juga rentan terkena parasit cacing yang dapat menyebabkan  penyakit cacingan atau Helminthiasis bagi ternak. 

--page

"Dampaknya berupa penurunan pertumbuhan, perkembangan, produktivitas hingga mengakibatkan kematian. Parasit ini  juga dapat menular ke manusia dan dapat diidentifikasi dengan melakukan uji sampel feses," ujarnya

Sementara untuk upaya pencegahan atau pengobatan yang bisa dilakukan terhadap ternak, adalah dengan melakukan sanitasi atau kebersihan kandang dan segala peralatan secara teratur. Kemudian vaksinasi sebelum sapi dikawinkan dan selalu waspada terhadap bibit yang baru dibeli. (NORHASANAH/B-2)