KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Sejak kondisi air Sungai Katingan surut seiring musim kemarau, sehingga menyebabkan petani atau pemilik keramba di Kasongan merugi karena banyak ikan yang mati.

Saat ini menurut keterangan warga pembudidaya ikan keramba di Kampung Banjar Kelurahan Kasongan Lama, sebagian besar pemilik keramba ikan yang ada mengeluhkan surutnya kondisi Sungai Katingan. 

Meski sudah berupaya menyelamatkan ikan keramba dengan berbagai hal, namun tetap saja setiap hari ada ikan mati di keramba milik warga di Kampung Banjat ini.

Menurut Ketua RT Kampung Banjar, Khatimi, Selasa, 10 September 2019, ia mengaku juga memiliki beberapa buah keramba di Sungai Katingan itu.

"Kondisi air Sungai Katingan yang surut ini mengakibatkan ikan keramba milik warga termasuk punya saya sendiri banyak yang mati," ujarnya.

--page

Akibat banyak mati, petani keramba untuk musim kemarau ini merugi. Sebab rata-rata keramba yang ada ikannya banyak mati.

Selain itu tidak sedikit pemilik keramba memanen sebelum waktunya, karena khawatir ikan yang mati bakal bertambah.

Menurut Khatimi, rata-rata warga setempat membudidayakan ikan jenis nila. Sebab ikan jenis ini diyakini tahan terhadap kondisi air keruh. 

Namun karena musim kemarau berkepanjangan, sehingga ikan jenis nila ini juga tidak tahan, apalagi keramba yang ada kurang mendapatkan arus.

Padahal. Kata Khatimi harga ikan keramba di pasaran khususnya jenis nila saat ini cukup bagus. 

--page

Selain pengepul dari Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur, ikan keramba asal Kasongan ini juga banyak dibeli oleh pengepul yang datang dari Palangka Raya, dan bahkan dari Banjarmasin, Kalsel.

"Untuk musim ini pemilik keramba ikan di Kasongan bisa dikatakan rugi karena banyak mati," imbuhnya. (ABDUL GOFUR/B-6)