TAMIANG LAYANG –

BORNEONEWS, Tamiang Layang - Musim kemarau panjang tahun ini mengakibatkan wilayah Kabupaten Barito Timur diselimuti kabut asap yang sudah menghalangi pandangan.

Dari data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteprologi Tjilik Riwut Palangka  Raya pada 11 September 2019 terdapat 20 titik panas atau hostpot (HS) yang tersebar d beberapa kecamatan seperti di Kecamatan Awang 1 HS, Paju Epat 6 HS,  Benua Lima 5 HS, dan Kecamatan Pematang Karau 8 HS.

"Bartim semakin hari semakin bertambah titik HS yang terpantau dari satelit Terra, Aqua, NOAA20 dan satelit SNPP," ucap Dandim 1012 Buntok Letkol Inf Tuwadi melalui Perwira Penghubung (Pabung) Mayor TNI Rikun Hadi, Kamis 12 September 2019.

Dengan Keterbatasan Tim Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Kabupaten Bartim dan peralatan, namun pihaknya bersama pihak terkait terus berupaya memininalisir terjadinya kebakaran.

"Kita terus patroli memantau daerah rawan dan setiap adanya laporan langsung kita tindak lanjuti tanpa terkecuali," tuturnya.

--page

Diimbau masyarakat untuk juga membantu petugas Tim Karhutla dalam melaksanakan memadamkan api yang membakar hutan maupun lahan kosong agar wilayah Bartim tidak diselimuti asap yang pekat.

"Masyarakat tetap diminta untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam membakar sampah maupun membuang putung rokok yang belakang dapat menyebabkan kebakaran lahan maupun hutan," pungkasnya. (PRASOJO/B-6)