BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat mengadakan rapat koordinasi (Rakor) tim percepatan pembangunan Kalteng Berkah (TPPKB) dengan dinas teknis dalam rangka pelaksanaan event wonderful sail in Kumai 2019.
Rakor yang digelar, Kamis 12 September 2019 ini salah satu cara pemerintah kabupaten untuk mengembangkan industri pariwisata.
"Bila dibanding dengan negara lain kedatangan turis per tahun bisa dikatakan lebih banyak dari jumlah penduduknya sendiri. Contoh Singapura berpenduduk 5,5 juta, turis yang datang berjumlah 15 juta lebih. Kemudian Malaysia berpenduduk 20 juta, turisnya 30 juta per tahun," jelas Ketua TPPKB Laksamana (Purn) Marsetio
Kemudian bagaimana dengan jumlah turis yang datang ke Indonesia. "Awal pemerintahan Jokowi, jumlah turis yang datang ke Indonesia sekitar 9,7 juta. Saat ini jumlah turis per tahun sudah mencapai 18 juta dan tahun depan ditargetkan 20 juta," jelasnya.
Padahal di Indonesia banyak terdapat objek wisata yang tergolong unik dan langka yang tidak dimiliki negara lain.
--page
"Contohnya adalah objek wisata di Kobar yaitu Yaman Nasional Tanjung Puting. Berdasarkan data yang ada, jumlah turis yang datang mengunjungi objek wisata tersebut setiap tahun terus meningkat. Pada 2018 turis yang datang berjumlah 18 ribu," jelasnya.
Namun menurut Marsetio pengelolaan wisata perlu ditata kembali dan Pemkab Kobar membentuk tim pengembangan pariswisata.
"Dengan banyaknya turis yang datang ke TNTP, namun apa yang didapat oleh Pemkab Kobar. Untuk itulah regulasinya perlu ditata lagi mekanismenya, sehiggga Kobar juga mendapatkan pemasukan dari meningkatnya pariwista," jelasnya. (WAHYU KRIDA/B-6)








