SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Riskon Febiansyah bersama sejumlah pengurus dan anggota KNPI, membagikan masker kepada masyarakat di Kota Sampit, Kamis, 12 September 2019.

Pembagian masker gratis itu dilakukan di tengah cuaca yang menguning akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan atau karhutla.

"Sore ini kami membagikan masker di perempatan Jalan Pemuda - Tjilik Riwut. Hal itu dilakukan karena saat ini cuaca menguning, meski masih siang hari," ujar Riskon atau biasa disapa Eko seusai membagikan masker.

Pembagian masker bertujuan agar masyarakat terhindar dari penyakit inspeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Karena saat ini penyakit tersebut mengalami peningkatan.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kotim, jumlah penderita Ispa pada Agustus 2019 mencapai 3.625 orang.

--page

"Itulah yang kami khawatirkan. Sehingga kami membagikan masker sebagai upaya mengatasi penyakit tersebut," kata Eko. 

Saat ini, kebakaran lahan masih terus terjadi di Sampit. Bahkan diwaktu bersamaanpun cukup banyak titik api bermunculan. Hal itu membuat tim Satgas Karhutla Kotim harus nekerja ekstra melakukan pemadaman.

Eko pun sangat mengapresiasi upaya pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam menanggulangi kebakaran hutan dan lahan. Bahkan mereka bertugas tidak mengenal waktu, baik siang maupun malam. Hal itu dilakukan demi Kotim terhindar dari dampak kabut asap.

"Sudah sepantasnya kita apresiasi upaya Satgas Karhutla dan aparat dalam menanggulangi karhutla. Tinggal oknum masyarakat saja lagi yang harus sadar dan tidak lagi membakar lahan," ujar Eko. 

Ia turut berharap aparat penegak hukum menindak tegas para pelaku pembakar hutan dan lahan yang tertangkap. Sehingga memberikan efek jera kepada yang lainnya. Supaua tidak melakukan perbuatan serupa.

--page

Sementara itu, Kepala BMKG Bandara H Asan Sampit Nur Setiawan mengungkapkan, hingga pukul 17.00 WIB, hostpot di Kotim mencapai 221 titik. Sedangkan cuaca menguning karena efek matahari yang sedikit tertutup asap. 

"Hotspot terbanyak di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, disusul Mentaya Hilir Utara, dan Teluk Sampit," sebut Setiawan. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)