PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Mutu dan kualitas karet menjadi salah satu penyebab anjloknya harga karet di tanah air. Hal tersebut dikatakan Bupati Pulang Pisau melalui Wakil Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang saat MoU dengan pihak ketiga yakni PT. Kahayan Berseri yang bergerak di industri karet di Pulang Pisau.

"Salah satu permasalahan yang dihadapi petani karet adalah anjloknya harga karet di tingkat petani dalam beberapa tahun terakhir ini, dan ini tidak hanya disebabkan oleh pengaruh pasar ekonomi global tetapi juga disebabkan oleh rendahnya mutu dan kualitas karet kita, bila dibandingkan dengan negara tetangga seperti Malaysia, Vietnam dan Thailand," katanya, Kamis. 

Selain itu juga belum terlaksananya tata niaga karet yang memihak kepada para petani karet juga menurutnya menjadi persoalan. 

Demikian juga terang Wabup bahwa Pemerintah telah membuat kebijakan regulasi untuk memperbaiki sistem tata niaga karet dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 54 Tahun 2016 tentang Pengawasan Mutu Bahan Olah Karet Spesifikasi Teknis Yang Diperdagangkan. "Regulasi yang tersebut memberikan kesempatan kepada petani karet melalui lambaga Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar atau UPPB untuk dapat ambil bagian dalam tata niaga karet," ujarnya. 

Selanjutnya berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2008 tentang Pedoman Pengolahan Dan Pemasaran Bokar atau Bahan Olah Karat bahwa Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar yang selanjutnya disebut UPPB adalah satuan usaha atau unit usaha yang dibentuk oleh satu atau Iebih kelompok pekebun sebagai tempat penyelenggaraan bimbingan teknis pekebun pengolahan, penyimpanan sementara dan pemasaran Bokar. 

--page

Diharapkan dengan adanya kerja sama dengan pihak ketiga harapnya dapat disepakati bersama harga Bokar yang relevan. " Pada kesempatan ini diawali oleh PT. Kahayan Berseri, selanjutnya diharapkan juga dapat disepakati bersama harga Bokar yang relevan dalam bentuk perjanjian kerjasama antara para pihak yang nantinya melakukan perjanjian jual beli Bokar," harapnya. (JAMES DONNY/B-5)