BORNEONEWS, Sampit - Ketua Fraksi Partai Nasional Demokrat (Nasdem) DPRD Kotim Syahbana mendesak pemkab mengerahkan seluruh armada angkutan setiap perusahaan untuk membantu angkutan air dipasok ke petugas di setiap lokasi kebakaran hutan dan lahan untuk padamkan api.
Di Kotim kata dia ada sekitar 50 perusahaan perkebunan, di situ 1 kebun bisa diminta bantuan 1 armada mobil tanki saja. Dengan demikian akan mempermudah pemadaman.
"Karena tidak bisa kalau urusan memadamkan api dengan hotspot yang banyak ini tanpa kerja sama," ucapnya, Minggu, 15 September 2019.
Syahbana mengakui kondisi sekarang sudah luar biasa, itu merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat hinga ekonomi, kesehatan dan sektor lainnya.
Kejadian yang demikian luar biasa ini, kata dia tidak bisa dilakukan penangannya dengan biasa. Ini kejadian luar biasa, dan harus tangani dengan upaya yang luar biasa.
--page
"Salah satunya kami usulkan kerahkan segala sumber daya yang ada termasuk angkutan perkebunan itu tadi, saya yakin mereka investor pasti mau bantu kita,“ tukas Syahbana.
Syahbana mengakui kondisi pemadam yang dierahkan saat ini persoalannya karena keterbatasan armada dan personel. Sementara sumber air untuk memadamkan itu jauh dari lokasi.
"Nah jika dibantu armada saya rasa sangat membantu. Memang saya lihat ada yang sudah terlibat namun masih belum maksimal," tandasnya. (NACO/B-5)








