PANGKALAN BUN –

BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Warga yang bermukim di Jalan Maid Badir Gang Angsa 1, Kelurahan Madurejo, Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), gempar pada Rabu, 18 September 2019 pagi. Penyebabnya, seorang laki-laki yang baru saja menghuni sebuah kamar barakan yang berlokasi di tempat itu ditemukan tewas bunuh diri.

Korban yang diketahui berprofesi sebagai buruh pembuat batako asal Provinsi Jawa Tengah ini diketahui tewas  di kamar mandi barakan tersebut saat, Imam Daryanto (60 tahun) warga Jalan Maid Badir dekat Lapangan Karapan Sapi, rekannya sesama  buruh pembuat batako bermaksud mengingatkannya untuk bekerja.

"Saya sebenarnya baru saja kenal dengan korban. Lantaran sehari sebelum, Selasa, 17 September 2019 korban diketahui sedang jalan luntang kantung kebingungan mencari kerja. Kemudian ia bertemu Pak Kusnan pengusaha batako tempat saya bekerja," jelas Imam.

Merasa Kasihan, lanjut Imam, Kusnan kemudian mengajaknya bekerja untuk membuat batako.

"Karena tidak punya tempat tinggal, Pak Kusnan mempersilakan AS untuk tinggal di barakan miliknya. Lantaran kamar 1  barakan tersebut sedang kosong," jelas Imam.

--page

Keesokan harinya, Imam kemudian mendatangi barakan tersebut untuk mengingatkan bahwa hari itu adalah hari pertama AS bekerja.

"Saya sengaja mendatangi barakan tersebut sekitar pukul 06.00 WIB. Siapa tahu ia bingung mencari lokasi pembuatan batako, lantaran masih baru. Ketika kamar barakan saya ketuk, didalam tidak ada jawaban," jelas Imam..

Mengetahui, pintu barakan tidak dikunci, Imam kemudian mrmasuki kamar barakan tersebut.

"Saat saya mengecek di kamar sekat, ternyata ia tidak bada ditempat itu. Kemudian saat saya cek dibagian belakang, sekilas saya lihat AS tergantung dibagian leher. Tali tersebut tergantung dibagian slop kamar mandi itu. Lidah AS terlihat menjulur," jelas Iman.

Kaget melihat kondisi AS, Imam segera keluar dan memberitahukan penemuannya tersebut kepada tetangga barakan.

--page

"Kemudian warga setempat menghubungi Polisi dan tidak berapa lama, anggita Polisi berdatangan ke barakan," jelas Imam.

Di lokasi kejadian, Kanit Reskrim Polsek Arut Selatan (Arsel) Ipda Marjuki menjelaskan laporan kejadian tersebut diterima pihaknya sekitar pukul 07.30 WIB.

"Pascamendapatkan laporan tersebut, saya bersama anggota kemudian mendatangi TKP. Setelah di cek ternyata benar ada korban gantung diri, kami menghubungi unit identifikasi Polres Kobar untuk melakukan pemeriksaan dan olah TKP," jelas Marzuki.

Marzuki menjelaskan berdasarkan dugaan sementara, penyebab tewasnya korban merupakan murni bunuh diri.

"Karena tali jemuran yang mengikat leher korban terlihat sangat kencang. Selain itu tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan dibagian tubuh lainnya. Diduga korban tidak terlalu lama meninggal saat ditemukan. Sebab badan korban masih dalam kondisi lemas, tidak kaku layaknya jenazah yang sudah beberapa jam lalu waktu meninggalnya," jelas Marzuki.

--page

Seusai dilakukan olah TKP jenazah AS kemudian dibawa menggunakan ambulans ke RSUD Sultan Imanuddin untuk dilakukan visum. (WAHYU KRIDA/B-3)