BORNEONEWS, Sampit - Dalam beberapa pekan terakhir kabut asap menyelimuti hampir semua wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Iniun membuat warga mengeluh. Bahkan beberapa dari mereka menuliskan pesan-pesan unik ditujukan kepada pemerintah.
Seperti yang dilakukan kelompok pemuda di Samuda, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kotim. Sambil membagikan masker, mereka menuliskan pesan-pesan sentilan untuk pemerintah. Berupa tulisan di selembar kertas, dan difoto hingga di unggah ke media sosial.
Pesan tersebut diantaranya berisi, "Kada wani bejalanan kabut tebal, kalo pina tetampuh si mantan." Pesan tersebut merupakan bahasan keseharian warga disana dengan arti, tidak berani jalan-jalan karena kabut tebal, takut tertabrak mantan.
Selain itu ada juga menuliskan, "Antara rindu dengan paru-paru sama-sama sesak di dada." tidak hanya itu, ada juga yang menuliskan, "Kalimantan juga Indonesia, @jokowi."
Salah satu kelompok pemuda bernama Fahrul Azmi mengungkap, mereka sengaja menulis cuitan tersebut, sebagai ungkapan hati karena menjadi korban kabut asap. Dengan harapan bisa didengar para pemangku kebijakan baik di daerah ini maupun pusat.
--page
"Cuitan ini bukan hanya sekedar lucu-lucuan saja, namun salah satu ungkapan hati kami agar kebakaran lahan di Kotim bisa tertangani. Sehingga tidak ada lagi kabut asap di daerah ini," kata Fahrul, Rabu, 18 September 2019.
Pihaknyapun membagikan sejumlah masker kepada masyarakat yang melintas di pertigaan Jalan HM Arsyad - Jalan Parto Muksin. Hal itu dilakukan sebagai upaya agar masyarakat bisa terhindar dari penyakit infeksi saluran pernapasan (Ispa).
"Mudah-mudahan apa yang kami sampaikan dan apa yang kami berikan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat," harap Fahrul. (MUHAMMAD HAMIM/B-5)








