BORNEONEWS, Sampit - Ketua Fraksi Partai Nasdem DPRD Kotawaringin Timur atau Kotim, Syahbana menilai kebijakan Pemkab melalui dinas pendidikan atau Disdik untuk meliburkan siswa selama kabut asap dinilai sangat tepat.
Pasalnya kondisi asap saat ini sudah katagori berbahaya bagi kesehatan. Apalagi kalangan pelajar sangat rentan sakit akibat asap.
"Mau tidak mau harus diliburkan siswa. Itu opsi terbaiknya," kata Syahbana, Minggu 22 September 2019.
Katanya, meliburkan siswa pertimbangannya adalah kesehatan dan itu adalah prioritas utama untuk anak-anak pelajar, sehingga pemkab jangan mengambil resiko.
Dinas Pendidikan Kotim kembali menerbitkan kebijakan meliburkan siswa sejak 23 hingga 25 September. Sebelumnya juga siswa jenjang SD hingga SMA diliburkan sejak sepekan lalu.
--page
Syahbana menyebutkan kondisi meliburkan siswa ini mayoritas aspirasi dari orang tua dan wali murid. Sebab kebanyakan mereka tidak mau anaknya jadi korban asap.
"Apalagi sejumlah sekolah tidak memiliki UKS yang memadai untuk memgantisipasi siswa yang terkena penyakit ISPA," tandasnya.
Kata dia, pemerintah sudah mendengarkan aspirasi masyarakat. Di sisi lain juga banyak anak yang mulai terkena ISPA, sehingga jika mereka masuk sekolah kondisi udara harus sehat tidak seperti sekarang masih dalam kategori berbahaya. (NACO/B-6)








