BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Postingan orangutan yang mati akibat kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Pangkalan Bun yang diunggah akun Instagram @renggo6fr, ternyata berbuntut panjang.
Lantaran postingan yang viral di repost oleh akun Instagram dalam dan luar negeri ini, ternyata bukanlah terjadi saat peristiwa Karhutla yang terjadi belakangan ini di Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar).
Karena pada lokasi postingan tersebut tertulis lokasi, Palingkau, Pangkalanbun, Kalteng. Hal inilah yang menyebabkan orang mengira kejadian ini terjadi di Pangkalan Bun akibat Karhutla yang terjadi belakangan ini.
Padahal berdasarkan penelusuran staf Kantor Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng, ternyata foto orangutan yang mati akibat karhutla yang diposting Renggo terjadi tahun 2016 di Bontang Kalimantan Timur.
Untunglah Furkan alias Renggo (22 tahun) warga Aceh yang berdomisili di Bali yang berprofesi sebagai pelatih surfing ini, menyadari kekhilafannya dan bersedia mengakui kesalahannya di Kantor SKW II Pangkalan Bun BKSDA Kalimantan Tengah, Rabu, 25 September 2019.
--page
Didampingi oleh Kepala SKW II Pangkalan Bun Dendi Sutiadi, Renggo menjelaskan kronologi kenapa ia memposting gambar matinya orangutan tersebut tanpa mengetahui kapan kejadiannya.
"Postingan ini saya buat Selasa, 24 September 2019 waktu saya baru tiba di Pangkalan Bun dari Banjarmasin. Gambar matinya orangutan tersebut dikirim oleh teman saya di Banjarmasin melalui WhatsApp," jelas Renggo.
Renggo mengaku sedih setelah melihat foto orangutan yang mati menggenaskan itu. Ia awalnya mencoba mengecek kebenarannya dengan rekannya si pengirim foto.
"Kata teman saya matinya orangutan akibat Karhuta ini terjadi di Taman Nasional Sebangau Palangka Raya. Lantaran saat saya cek di internet tidak ada foto tersebut, kemudian saya postinglah foto itu dengan kalimat yang menggugah kesadaran masyarakat untuk menjaga kelestarian orangutan," jelas Renggo.
Ternyata saat diposting, lanjut Renggo, pada keterangan lokasi tertulis di Palingkau, Pangkalan Bun.
--page
"Namun saya tidak menyangka ternyata postingan tersebut viral dan di repost berbagai akun Instagram. Banyak orabg mengira kejadian ini terjadi di Pangkalan Bun. Celakanya lagi saya mengetahui bahwa peristiwa ini terjadi tahun 2016 di Bontang dari netizen yang berkomentar di akun saya ," jelas Renggo.
Selain itu menurut Renggo, ia juga tidak menyangka bahwa foto yang diuploadnya viral akibat di repost berbagai akun berbagi informasi.
"Saat itulah saya sadar saya telah khliaf meng-upload foto tanpa keterangan waktu dan lokasi yang jelas. Terlebih belakangan ini situasi sedang panas akibat adanya karhutla. Sehingga rata-rata netizen menyangka, peristiwa tersebut terjadi beberapa waktu ini di Pangkalan Bun," jelasnya.
Ironisnya, sebenarnya kedatangan Renggo ini merupakan yang pertama di Kabupaten Kobar.
"Niat saya datang ke Kobar sebenarnya untuk turut serta berpartisipasi memadamkan karhutla. Karena saya baca diberbagai media sosial dan berita bahwa ada lokasi di TNTP yang terbakar," ujar Renggo.
--page
Menyadari kesalahannya, Renggo meminta maaf dan berjanji akan mengklarifikasi kesalahannya pada postingan tersebut.
"Nantinya saya akan buat tulisan tambahan mengenai keterangan waktu dan lokasi kejadian tersebut. Atas kesalahan ini, saya minta maaf sebesar-besarnya," ujar Renggo. (WAHYU KRIDA/B-5)








