BORNEONEWS, Sampit - Sejumlah pejabat di Kabupaten Kotawaringin Timur yang akan maju pada pilkada nampaknya sudah siap untuk pensiun dini. Di sisi lain, sejumlah kepala dinas yang punya potensi untuk maju nampaknya tidak berambisi.
Pengamat Hukum dan Politik di Kotim Agung Adisetiyono menegaskan jika mengacu aturan sebelumnya tentunya kalangan ASN atau anggota dewan yang maju baik jadi calon bupati atau wakil bupati, harus mundur.
"Nah sekarang aturan mainnya bagaimana. Kalau tetap ya harus siap pensiun dini yang ASN dan DPRD mundur," kata Agung, Minggu, 29 September 2019.
Agung menilai dengan adanya keinginan untuk maju tentunya ada ambisi besar. Namun justru ambisi itu tidak tampak terlihat bagi kepala dinas yang memiliki potensi dan basis massa yang jelas.
Agung melihat kepala dinas yang berpotensi layak untuk maju itu seperti Kepala Dinas Pendidikan, Suparmadi, Kepala Dinas Kesehatan dr Faisal Novendra Cahyanto, Kepala Dinas Pertanian I Made Dikantara, dan Kepala Dinas PMD, Hawianan.
--page
Suparmadi layak karena selain pengalamannya membawahi ribuan guru di Kotim, begitu juga dengan Faisal yang juga membawahi pegawai kesehatan.
Made pun demikian kerap berhubungan dengan para petani dan Hawianan juga berhubungan langsung dengan kepala desa. Secara emosional jabatan mereka itu bisa mendorong mereka untuk maju karena setidaknya dukungan itu jelas melalui jaringan jabatan mereka.
"Namun sebaliknya mereka tidak berambisi," tegas pengacara muda di Kotim tersebut.
Agung juga mengkritisi sejumlah anggota dewan yang maju mendaftarkan diri, tentunya sangat disayangkan terutama bagi mereka yang baru periode pertama.
"Beda hal kalau pak Parimus itu sangat layak. Soal pengalaman tidak diragukan lagi. Namun yang masih baru sayang. Mending selesaikan dulu periode pertama ini biar bisa meyakinkan masyarakat, karena karir politiknya masih panjang," tegasnya.
Meski demikian kata dia jika ada yang memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan popalaritas tentunya sesuatu hal yang wajar.
"Kita lihat nanti seperti apa dinamikanya, karena penentu itu semua tidak hanya pengalam namun finansial. Itu jelas sudah jika kita berkaca dari sebelum-sebelumnya," tutupnya. (NACO/B-11)








