PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Seorang psikolog Ari Pamungkas menilai, penutupan lokalisasi oleh pemerintah bisa berdampak buruk. pasalnya dengan pembubaran tersebut dapat menimbulkan kecemasan sosial di masyarakat.

Kecemasan sosial tersebut dapat terjadi karena rasa khawatir yang timbul ditengah masyarakat. Terutama tempat dimana para pekerja seks komersial (PSK) yang sebelumnya berada dalam lokalisasi tersebut mulai membaur di lingkungannya.

Menurutnya, masyarakat saat ini belum sepenuhnya bisa menerima kehadiran para PSK. Sehingga ia berharap pemerintah benar-benar memperhatikan akan hal tersebut sebelum akhirnya lokalisasi tersebut dibubarkan.

Pemerintah diharapkan bisa memberikan sosialisasi yang baik bagi masyarakat. Dengan memberikan pemahaman yang baik tentunya masyarakat bisa menerima para PSK untuk menjadi bagian dalam lingkungan mereka.

"Peran pemerintah sangat penting dalam hal ini. Jadi pemerintah perlu memberikan sosialisasi, memberikan pemahaman agar para PSK ini dapat diterima. Sehingga tidak terjadi kehawatiran sosial dalam masyarakat," ujar Ari Pamungkas, Minggu, 29 September 2019.

--page

Diketahui jika Pemerintah Kota Palangka Raya berencana akan melakukan pembubaran tempat lokalisasi pada tahun 2020 mendatang. (AGUS/B-5)