BORNEONEWS, Pangkalan Bun - PT Sampoerna Agro Tbk (SGRO) mengaku optimistis dapat mencapai target produksi minyak sawit mentah (CPO) yang telah ditetapkan meskipun musim kemarau tahun ini berlangsung lebih panjang dari biasanya.
"Pada semester kedua, volume produksi kami perkirakan bisa lebih tinggi dibanding semester pertama," kata Head of Investor Relations SGRO, Michael Kesuma, dalam keterangan tertulis di Jakarta akhir pekan lalu.
Michael mengungkapkan, musim kemarau yang berkepanjangan memang berdampak pada produksi minyak sawit yang ada. Namun, pihaknya yakin mampu meminimalkan dampak yang ditimbulkan melalui langkah-langkah intensifikasi yang dilakukan oleh perusahaan.
"Salah satu upaya intensifikasi yang dilakukan antara lain dengan menjaga tingkat penguapan yang ada pada tanaman. Hal ini bertujuan untuk menjaga agar kandungan air yang ada di dalam tanah mencukupi kadar yang dibutuhkan oleh tanaman sawit," papar dia.
Sebelumnya, volume produksi minyak sawit mentah SGRO sudah mencapai 163.700 ton di semester I 2019. Angka ini lebih besar 5% bila dibandingkan dengan capaian volume produksi pada periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 155.200 ton.
--page
Untuk kuartal III tahun ini, volume produksi minyak sawit mentah diproyeksikan akan kembali mengalami peningkatan bila dibandingkan dengan volume produksi di kuartal II 2019. Namun demikian, peningkatan tersebut diperkirakan tidak terlalu besar lantaran adanya dampak yang ditimbulkan dari kemarau panjang. (NEDELYA RAMADHANI/m)








