BORNEONEWS, Sampit - Anggota DPRD Kotim Dadang H Syamsu mengingatkan kepada jajaran rumah sakit umum daerah atau RSUD dr Murjani Sampit untuk terus berbenah soal pelayanan publik.
Menurut dia, jangan hanya sekadar bangunan megah dan mewah yang notabenenya dengan nilai ratusan miliar rupiah, tapi dari sisi pelayanan masih buruk, tidak seperti yang diharapkan dan tentu itu sangat tidak diinginkan.
"Kami tidak henti-hentinya mengingatkan agar pelayanan harus mampu mengimbangi kemewahan gedung," kata Dadang H Syamsu, Senin, 30 September 2019.
DPRD kata dia menginginkan layanan di rumah sakit itu sederhana, singkat dan cepat. Apalagi 2020 mendatang rumah sakit itu selesai dan sudah memiliki bangunan termegah di Kalimantan Tengah
Bangunan rumah sakit dr Murjani mendapatklan kucuran anggaran dari APBD Kotim. Nilainnya sangat fantastis yakni Rp151 miliar. Anggaran ini dikucurkan untuk pembangunan gedung megah melalui multiyears.
--page
Anggaran itu masih belum termasuk dari dana regular lainnya yang bersumber dari DAK dengan nilai rata-rata puluhan miliar rupiah setiap tahunnya dari APBN.
"Jika melihat dari gambar perencanaan bangunan itu sangat megah. Namun pertanyannya, apakah nanti pemerintah mampu menciptkan pelayan yang maksimal di rumah sakit andalan di Kotim itu. Ini yang jadi tuntutan kita," tegasnya.
Karena lanjut Dadang, polemik dan dinamika pelayanan publik sering terjadi di rumah sakit, itu tidak bisa dipungkiri dan DPRD juga beberapa kali memanggil manajemen. Maka dari itu pelayanan maksimal akan jadi tuntutan dari lembaga DPRD kedepannya.
Dadang sepakat agar pegawai yang ditempatkan di layanan publik ini memang pegawai yang punya mental melayani dengan ramah dan santun sehingga kedepan tidak ada keluhan dan masalah lagi. (NACO/B-5)








