SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Mahasiswa yang tergabung dalan organisasi Pergerakan Mahasiswi Islam Indonesia (PMII) Kotawaringin Timur (Kotim) menyatakan diri siap menjadi garda terdepan dalam menjaga keamanan dan ketentraman masyarakat.

"Kami siap menjadi garda terdepan dan pelopor keamanan dan ketertiban di Kotim ini," ujar Ketua PMMII Kotim Siti Ramawita, Kamis, 3 Oktober 2019.

Pernyataan itu disampaikan seusai melaksanakan salat gaib bersama jajaran Polres Kotim. Mereka sudah sepakat membantu aparat dalam menjaga keamanan daerah. Apalagi bila ada sebuah aksi anarkis yang bisa berujung pada rusaknya ketertiban daerah.

"Kami sepakat agar apapun aksi yang dilakukan mahasiswa Kotim tetap berjalan damai. Tanpa ada anarkis dari pihak manapun. Karena tujuan utama aksi adalah menyampaikan aspirasi, bukan kekerasan," kata Siti.

Sementara itu, Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel mengapresiasi ungkapan dan tekad mahasiswa PMII tersebut. Karena dengan adanya hal itu, sangat membantu kepolisian dalam menjaga situasi kamtibmas.

--page

"Menjaga keamanan suatu daerah bukan hanya tugas aparat kepolisian dan TNI. Namun semua unsur elemen masyarakat. Agar semuanya sepakat menjadikan Kotim damai," tegas Rommel.

Kapolres tidak melarang siapa saja dan kelompok apa saja untuk menggelar aksi. Namun yang harus ditekankan adalah semuanya menjaga seruan damai, dan aspirasi disampaikan dengan tindakan yang positif.

"Aksi untuk menyampaikan aspirasi boleh saja dilakukan. Namun dengan cara yang baik bukan anarkis," harap Rommel.

Sejauh ini situasi kamtibmas di Kotim masih aman dan damai. Tidak ada sesuatu hal yang dapat mengganggu kerukunan masyarakat. (MUHAMMAD HAMIM/B-3)