MUARA TEWEH –

BORNEONEWS, Muara Teweh – Pemerintah Kabupaten Barito Utara berencana angkat bangkai kapal Onrust yang tenggelam dan tertanam di perairan Sungai Barito.

Bupati Barito Utara, H Nadalsyah mengatakan, dirinya telah mengunjungi dan melihat bangkai kapal Onrust. Dari situ, dirinya terinspirasi untuk mengangkat atau memindahkan rangka kapal Onrust ini secara utuh ke permukaan. “Nantinya juga akan dibuat museum mengenai sejarah kapal Onrust ini,” katanya, Kamis 3 Oktober 2019.

Kemudian, katanya, pemerintah daerah juga akan melakukan pendataan aset pendukung bersejarah kepada masyarat setempat yang berhubungan dengan perjuangan Tumenggung Surapati beserta masyarakat dalam melakukan perjuangan menghadang dan menenggelamkan Kapal Onrust milik Pemerintah Belanda.

Bupati juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjaga memelihara dan melestarikan aset sejarah dan juga aset wisata yang ada.

"Mari kita jaga dan pelihara aset ini sebagai cagar budaya karena aset ini juga sebagai sejarah yang perlu diketahui anak cucu kita agar mereka bisa mengetahui bahwa adanya peran serta perjuangan nenek moyang mereka untuk merebut dan memperoleh kemerdekaan,” kata bupati.

--page

Sebelumnya, Bupati Barito Utara H Nadalsyah didampingi Wakil Bupati Sugianto Panala Putra, Sekda Ir H Jainal Abidin MAP, unsur FKPD dan kepala perangkat daerah mengunjungi rangka bangkai kapal Onrust milik Belanda, Rabu, 2 Oktober 2019.

Kapal Onrust ditenggelamkan pada perang Barito, 26 Desember 1859 silam di Lalutung Tour sebelah selatan 2,2 Km dari Kota Muara Teweh tepatnya  00.56 derajat 57,4 detik  Lintang Selatan dan 144, 52 derajat 32,7 detik Bujur Timur.

Saat di lokasi bangkai Kapal Onrust, Bupati Nadalsyah mengajak rombongan untuk mengheningkan cipta sejenak untuk mengenang para pahlawan yang telah berjasa dalam membela bangsa dan negara pada umumnya dan pejuang Barito Utara pada khususnya.

“Saya atas nama Pemerintahan Kabupaten Barito Utara mengucapkan penghargaan dan terima kasih kepada para pahlawan yang telah berjasa mengorbankan jiwa dan raga dalam memperjuangan kemedekaan, dan atas semua itu sudah sewajarnyalah kita memberikan penghargaan kepada mereka semua,” kata Bupati dilanjutkan dengan renungan suci selama tiga puluh menit yang diikuti seluruh rombongan. (RAMADHANI/B-2)