KASONGAN –

BORNEONEWS, Kasongan - Kepala Desa Tumbang Kanei, Kecamatan Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan, Rujianto, berniat membagikan puluhan panel pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS ke warga.

PLTS bantuan dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral itu sudah dua tahun ini tidak lagi berfungsi alias rusak.

"Sudah kita sampaikan ke Kementerian maupun Dinas Pertambangan dan Energi Kalteng maupun bagian SDA Setda Katingan terkait PLTS desa kami yang rusak dan butuh perbaikan. Tapi sampai saat ini belum ada respons. Makanya kami berencana membagikan saja panel PLTS itu kepada warga untuk penerangan di rumah masing-masing," sebut Rujianto, Jumat, 4 Oktober 2019.

PLTS  di desa itu mulai beroperasi pada 2012. Namun pada akhir  2017 sudah tidak lagi berfungsi sebagai penerangan bagi 70 rumah warga.

Rujianto mengatakan, saat ini panel PLTS dan aki disimpan di gudang desa guna menghindari pencurian.

--page

Ada 40 keping panel yang disimpan. Panel tersebut rencananya akan dibagikan kepada warga untuk penerangan di rumah mereka. "Sekarang jumlah kepala keuarga di desa kami hampir 90 KK. Panel yang dibagikan tentu tidak cukup karena kumlahnya hanya 40. Untuk menutupi kekurangannya akan dibelikan menggunakan dana desa," sebut Rujianto.

Akan tetapi jika pemerintah dan pihak terkait kemudian memperbaiki PLTS itu maka panel yang ada batal dibagikan kepada warga.

"Kita menunggu sampai akhir tahun 2019 ini, kalau ada perbaikan berarti panel batal dibagi, tapi kalau tidak ada perbaikan terpaksa kami bagikan kepada warga," tegasnya.

Menurut Rujianto untuk satu keping panel daya yang dihasilkan sekitar 15 wath, cukup untuk penerangan rumah penduduk.

Namun selain panel warga juga harus menyiapkan aki 50 amper. Sebab aki yang ada selama.ini tidak bisa digunakan untuk panel yang dipasang terpisah.

--page

Rujianto mengaku warganya mendukung penuh rencana pembagian panel PKTS itu. Sebab selama dua tahun terakhir warga tidak lagi menikmati listrik dari PLTS ini. "Kalau yang mampu untuk penerangan warga menggunakan mesin genset, tapi bagi warga  yang kurang mampu pakai lilin atau senter mauoun lampu teplok," tutur Rujianto. (ABDUL GOFUR/B-3)