SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Minimnya partisipasi pemilih pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kabupaten Kotawaringin Timur pada 2015 lalu, jangan sampai terulang pada Pilkada 2020 mendatang.

"Pada pilkada lalu partisipasi pemilih hanya 50,9 persen saja, sangat rendah sekali dan ini jadi tantangan bagi kami," kata Ketua KPU Kotim, Siti Fathonah Purnaningsih, Senin, 7 Oktober 2010.

KPU pun meminta dukungan semua pihak, seperti memanfaatkan sosialisasi tahapan program dan jadwal pemilihan 2020 dan tahapan penyerahan dukungan pasangan calon perseorangan. Yakni agar semua masyarakat masuk dalam daftar pemilih.

"Terutama kepada bakal calon, mohon diinformasikan kepada masyarakat," tegas Siti Fathonah.

Siti Fathonah mengatakan, masyarakat yang tidak terdaftar sebagai pemilih bisa menggunakan KTP Elektronik namun surat suara yang ada hanya disiapkan 2,5 persen saja. Jika pengguna KTP Elektronik melebihi jumlah pihaknya tidak akan mungkin memenuhinya.

--page

"Bantu kami, terutama pemerintah, partai politik, dan masyarakat untuk memvalidkan data pemilih," tegasnya.

Adapun pasangan Pilkada 2015 lalu yakni Djunaidi Drakel dan Heryanto meraih 5.468 suara, H Supian Hadi - HM Taufiq Mukrk 112.170 suara, M Arsyad - Nadiansyah 9.660 suara, dan M Rudini - H Supriadi 48.611 suara. (NACO/B-11)