BORNEONEWS, Sampit - Wakil Ketua DPRD Kotim H Rudianur mendorong agar pemuda di Kotawaringin Timur tidak terlalu berorientasi untuk menjadi pegawai negeri sipil atau PNS.
Ia menilai masyarakat selama ini stigmannya cenderung berkutat hanya untuk jadi PNS, ini mesti diubah karena tidak mungkin memaksakan diri jadi PNS sementara kouta setiap tahunnya yang diberikan pemerintah pusat itu relatif kecil.
"Dengan pola pikir demikian tidak sedikit akhirnya sarjana yang diluluskan memilih untuk tidak bekerja alias menganggur," kata dia, Rabu, 9 Oktober 2019.
Menurut dia tingkat kebutuhan PNS sangat sedikit dibanding mereka yang menunggu itu. Padahal bisa saja berkarir di bidang lain selain jadi PNS.
"Saya pribadi mendorong kaum muda itu bisa merintis karier sebagai wirausaha atau entrepreneur yang mandiri," tegas Rudianur.
--page
Dia mengungkapkan 10-20 tahun silam masih banyak mahasiswa masih bercita-cita menjadi PNS. Setiap tahun khususnya di Kotim ini banyak sarjana yang dihasilkan, tetapi ternyata mereka banyak juga memilih untuk tidak bekerja alasannya hanya menunggu penerimaan PNS.
"Hal itu tentunya masih berpola pikir lama, mestinya harus tetap berkarir di bidang lain,” tegasnya.
Dia menilai harapan untuk bekerja di pemerintahan dengan kondisi sekarang ini sangat kecil. Ini terjadi karena pemerintah mengurangi porsi tenaga administrasi yang posisinya sudah digantikan oleh komputer.
"Pola demikian terus berinovasi hingga akhirnya nanti segala pekerjaan adminitrasi manusia digantikan sepenuhnya oleh mesin," tutupnya. (NACO/B-5)








